PENGADILAN NIAGA (Sebuah Kajian Teoritik-Dogmatik Diferensiasi dan Restrukturisasi Kompetensi Sistem Peradilan Umum)

  • Yessy Meryantika Sari Universitas Islam Ogan Komering Ilir Kayuagung
Keywords: Pengadilan Niaga, Diferensiasi, Restrukturisasi, Kompetensi Peradilan

Abstract

Pertimbangan dibentuknya pengadilan niaga adalah agar mekanisme penyelesaian perkara permohonan kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang, penyelesaiannya dapat dilakukan dengan cepat dan efektif. Permasalahan hukum yang dapat diidentifikasi yaitu: Bagaimana posisi dan kedudukan pengadilan niaga sebagaimana diferensiasi dalam lingkungan peradilan umum? dan Bagaimana pula kedudukan dan fungsi hakim ad hoc dalam pengadilan niaga tersebut?. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual selanjutnya bahan hukum diolah dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa keberadaan pengadilan niaga tidak menambah kuantitas lingkungan peradilan baru di Indonesia tetapi merupakan diferensiasi/spesialisasi peradilan umum dan suatu proses restrukturisasi sistem peradilan umum di Indonsia sebagai yang memiliki kompetensi khusus untuk menyelesaikan perkara kepailitan serta perkara perniagaan lainnya sesuai asas perundang-undangan “lex specialis derogate lex generalis. ”Kekhususan dalam hal penggunaan hakim ad hoc untuk menyelesaikan sengketa kepailitan dalam Pengadilan niaga yaitu pertama, hakim ad hoc bersifat fakultatif, dalam arti diserahkan pada keinginan para pihak yang berperkara, hal ini sesuai dengan arti dari ad hoc sendiri yaitu sementara.

Author Biography

Yessy Meryantika Sari, Universitas Islam Ogan Komering Ilir Kayuagung

Fakultas Hukum

Published
2017-07-03