Efektivitas Pemberian Limbah Tetes Tebu Molase dengan Dosis yang BerbedaTerhadap Kelimpahan Tetraselmis chuii di PT. Central Pertiwi Bahari Suak Lampung
Main Article Content
Abstract
Molase merupakan salah satu limbah industri gula yang dapat digunakan sebagai sumber karbon pada kultur Tetraselmis chuii. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium PT. Central Pertiwi Bahari Suak Lampung. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa adanya pengaruh pemberian pupuk organik limbah molase dengan konsentrasi berbeda terhadap kelimpahan Tetraselmis chuii serta mendapat konsentrasi maksimal limbah molase yang dapat diberikan pada kultur Tetraselmis chuii. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Tersarang. Selain itu dilakukan perhitungan kelimpahan Tetraselmis chuii. dan pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, pH, DO, salinitas, nitrat dan fosfat. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kelimpahan tertinggi didapat pada perlakuan C (konsentrasi 1,5 mg/l) yaitu 136,9x103 sel/ml, yang kemudian diikuti perlakuan B (konsentrasi 1,0 mg/l) yaitu 132,2x103 sel/ml, perlakuan D (konsentrasi 2,0 mg/l) yaitu 120,9x103 sel/ml, perlakuan A (konsentrasi 0,5 mg/l) yaitu 104,7x103 sel/ml dan perlakuan kontrol (konsentrasi 0 mg/l) yaitu 73,2x103 sel/ml. Hasil uji ANOVA didapat F Tabel 5% (2,43) < F Hitung (11,1644) >F Tabel 1% (3,45). yang artinya pemberian pupuk organik dari limbah molase dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap kelimpahan Tetraselmis chuii. Kisaran parameter kualitas air pada media pertumbuhan Tetraselmis chuii. yaitu suhu 23,7-27,7 oC, pH 7,56-8,79, salinitas 32,0-42,3 ppt, DO 4,03-6,32 mg/L, nitrat ,9385-3,587 mg/L, dan fosfat 0,004-0,46 mg/L. Dapat disimpulkan bahwa kisaran kualitas air tersebut masih tergolong baik dan masih layak digunakan untuk pertumbuhan Tetraselmis chuii.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.